Rabu, 04 Juni 2014

INFORMASI SEPUTAR KESEHATAN BAYI BARU LAHIR




A.   JAGA KESEHATAN IBU SELAMA HAMIL
Ø PESAN 1 : PEMERIKSAAN KESEHATAN SELAMA HAMIL

·         Pelayanan kesehatan untuk ibu hamil (minimal): timbang berat badan, ukur tinggi fundus uteri, periksa tekanan darah, imunisasi tetanus toksoid, tablet besi atau tablet fe.
·         Penting untuk ditanyakan:
1.    Mengapa ibu hamil perlu pemeriksaan kehamilan ?
2.    Mengapa perlu memeriksakan kehamilan kepada petugas kesehatan ?
3.    Berapa kali periksa selama kehamilan ?
·         Butir untuk diingat, diperhatikan dan dilaksanakan:
1.   Pemeriksaan kesehatan ibu hamil ke petugas kesehatan, poskesdes, puskesmas atau fasilitas kesehatan yang lain berguna untuk memantau kesehatan ibu dan pertumbuhan janin sesuai dengan umur kehamilan.
2.   Petugas kesehatan dapat mengetahui secara dini kelainan-kelainan yang terjadi pada ibu dan janin seperti, anemia berisiko terjadi bayi berat lahir rendah (BBLR), tekanan darah tinggi berisiko kematian janin.
3.   Pemeriksaan ibu hamil paling sedikit 4 kali selama kehamilan yaitu 1 kali pada umur 0 – 3 bulan, 1 kali lagi pada 4 – 6 bulan dan 2 kali pada 7 – 9 bulan.

Ø PESAN 2 : ASUPAN GIZI DAN SENAM HAMIL

·         Yang harus dilakukan bagi ibu hamil dan keluarganya
1.   ibu hamil makan-makanan dengan menu gizi seimbang
2.   ibu hamil didampingi suami sedang berjalan-jalan pagi di taman.
·         Penting untuk ditanyakan :
1.   Mengapa ibu hamil perlu makan bergizi seimbang ?
2.   Mengapa ibu hamil perlu jalan-jalan pagi ?
·         Butir untuk diingat, diperhatikan dan dilaksanakan:
1.   Ibu hamil perlu mendapat makan dengan kandungan gizi yang cukup agar pertumbuhan bayi menjadi sempurna dan ibu hamil tetap sehat selama hamil dan siap menghadapi persalinan.
2.   Pemberian makanan dengan kandungan gizi yang cukup segera pada trimester pertama agar berat badan ibu tidak turun, penambahan berat badan selama kehamilan berkisar antara 9 – 12 kilogram.
3.   l Ibu hamil perlu mendapat tambahan tablet besi satu butir perhari, paling sedikit 90 tablet selama hamil agar ibu tidak menderita kurang darah selama kehamilan dan menyusui.
4.   Ibu hamil perlu jalan-jalan pagi selama satu jam setiap hari untuk menjaga kebugaran, penting untuk kelancaran persalinan.

Ø PESAN 3 : PERTUMBUHAN JANIN DALAM RAHIM

·         Pertumbuhan janin dalam rahim ibu pada kehamilan: 3 bulan, 5 bulan, 7 bulan, dan 9 bulan.
·         Penting untuk ditanyakan :
1.   Bagaimana perkembangan janin dalam kandungan ?
2.   Apa saja perubahan fisik yang dialami pada perut dan payudara ibu hamil ?
3.   Mengapa saat hamil muda tidak boleh memijat payudara ?
·         Butir untuk diingat, diperhatikan dan dilaksanakan:
1.   Pemberian makanan dengan asupan gizi yang cukup segera pada trimester pertama agar berat badan ibu tidak turun, penambahan berat badan selama kehamilan berkisar antara 9 – 12 kilogram.
2.   Pada sebagian ibu hamil, kadang-kadang timbul garis-garis putih karena peregangan kulit dan payudara membesar dengan cepat, warna lebih gelap pada puting dan sekitarnya.
3.   Memijat payudara ibu hamil muda tidak boleh dilakukan, karena dapat merangsang kelenjar di otak kecil yang memproduksi hormon yang dapat mempengaruhi kontraksi rahim, yang berbahaya karena dapat terjadi keguguran.

Ø PESAN 4: MEMANTAU GERAK JANIN NORMAL

·         Pada usia kehamilan 4 – 5 bulan yang memperlihatkan perut ibu bergerak, dengan latar belakang gambar perubahan waktu dalam 12 jam.
·         Penting untuk ditanyakan :
1.   Kapan gerakan janin sudah mulai dirasakan ?
2.   Berapa kali dalam sehari gerakan janin normal ?
·         Butir untuk diingat, diperhatikan dan dilaksanakan:
1.   Gerakan janin mulai dirasakan pada kehamilan akhir bulan ke empat.
2.   Gerakan janin normal sebanyak 10 X dalam 12 jam. Bila ibu merasakan gerakan janin berkurang atau tidak bergerak, harus segera memeriksakan diri ke petugas kesehatan di Poskesdes, Puskesmas atau fasilitas kesehatan lainnya.

Ø PESAN 5: PERILAKU IBU HAMIL BERISIKO BAYI LAHIR PREMATUR

·         Ibu nifas dengan riwayat perilaku buruk dampaknya bayi akan kurang bulan (prematur). Sedangkan ibu nifas dengan riwayat perilaku yang sehat, pasti bayinya akan sehat pula.
·         Penting untuk ditanyakan :
1.   Perilaku buruk apa saja yang menyebabkan bayi lahir prematur ?
2.   Perilaku sehat apa saja yang menyebabkan bayi lahir sehat dan cukup bulan ?
·         Butir untuk diingat, diperhatikan dan dilaksanakan:
1.   Perilaku buruk ibu hamil yang menyebabkan bayi lahir prematur karena istirahat yang tidak cukup, bekerja terlalu keras, mengkonsumsi alkohol, jamu-jamu, minum obat secara sembarangan, merokok dan asupan gizi tidak cukup.
2.   Perilaku ibu hamil yang sehat adalah istirahat cukup, memeriksakan kehamilan secara teratur, mendapat asupan gizi seimbang yang cukup, minum vitamin secara teratur, kalau sakit berobat ke petugas kesehatan.

Ø PESAN 6: PERSIAPAN PERSALINAN DAN MOTIVASI BERSALIN DI FASILITAS KESEHATAN

·         Ibu mempersiapkan perlengkapan persalinan seperti sarung, kain panjang, selimut bayi, pembalut dsb.
·         Tabungan Ibu Bersalin (TABULIN).
·         Ibu hamil merencanakan melahirkan di poskesdes/puskesmas dengan didampingi suami, keluarga ataupun kerabat yang di percayakan oleh ibu.
·         Penting untuk ditanyakan :
1.   Apa saja perlengkapan pakaian untuk persalinan ?
2.   Mengapa perlu menabung ?
3.   Mengapa memilih melahirkan di poskesdes, puskesmas atau fasilitas kesehatan lain ?
·         Butir untuk diingat, diperhatikan dan dilaksanakan:
1.   Perlengkapan ibu hamil untuk persalinan adalah sarung, kain panjang, pembalut, handuk dan gurita.
2.   Perlengkapan bayi adalah baju bayi, topi, popok, dua selimut, waslap dan handuk.
3.   Tabungan ibu bersalin (Tabulin) sangat diperlukan, karena untuk proses persalinan membutuhkan biaya.
4.   Melahirkan di fasilitas kesehatan (poskesdes, puskesmas atau rumah sakit) lebih aman, nyaman dan terayomi karena siap bila terjadi keadaan gawat darurat.
5.   Persiapan persalinan meliputi : persiapan sarana transportasi, calon pendonor darah dan fasilitas kesehatan tempat persalinan.

B.   SAMBUT KELAHIRAN BAYI
Ø PESAN 7: KONTAK DINI ANTARA BAYI BARU LAHIR DAN IBU

·         Bayi baru lahir ditengkurapkan di dada ibu dengan kulit bayi melekat pada kulit ibu, dan diselimuti.
·         Bayi berusaha mencari dan menemukan puting susu ibunya secara mandiri.
·         Penting untuk ditanyakan :
1.   Mengapa bayi baru lahir segera ditengkurapkan di dada ibu dengan kulit bayi melekat pada kulit ibu ?
2.   Apa keuntungan bagi bayi ?
·         Butir untuk diingat, diperhatikan dan dilaksanakan:
1.   Bayi baru lahir dibersihkan dengan kain kering dan ditengkurapkan di dada ibu, di antara payudara ibu, kulit bayi dan ibu melekat, diselimuti keduanya, ibu memeluk dan membelai punggung bayinya.
2.   Kontak kulit bayi dengan ibu akan menstabilkan pernapasan bayi, mencegah bayi hipotermi, mendorong bayi menyusu lebih cepat dan efektif, meningkatkan hubungan psikologis antara ibu dan bayi.
3.   Reflek mengenal dan mencari puting susu menimbulkan kasih sayang ibu dan bayinya serta membantu rahim ibu untuk mengkerut kembali sehingga mengurangi bahaya perdarahan.

Ø PESAN 8: KOLOSTRUM JANGAN DIBUANG

·         Ibu menyusui bayinya yang baru lahir
·         Payung colostrum sebagai simbol melindungi bayi dari penyakit.
·         Susu botol atau susu formula dikerubungi lalat, salah satu kelemahan susu formula berisiko tidak higienis yang dapat membawa kuman penyakit bagi bayi.


·         Penting untuk ditanyakan :
1.   Mengapa sangat penting bagi bayi mendapatkan kolostrum ?
2.   Mengapa bayi baru lahir tidak boleh diberikan susu botol atau susu formula ?
·         Butir untuk diingat, diperhatikan dan dilaksanakan:
1.   Kolostrum adalah ASI yang diproduksi dalam beberapa saat setelah persalinan, berwarna kekuningan dan agak kental. Setelah beberapa hari, kolostrum berubah menjadi ASI matur atau matang.
2.   Kolostrum sangat baik untuk bayi karena mengandung zat kekebalan tubuh, faktor pertumbuhan, vitamin A, sel darah putih, zat pencahar yang berguna melindungi bayi dari berbagai macam infeksi dan alergi, mencegah ikterus, membersihkan mekonium.
3.   Susu botol atau formula sebaiknya tidak diberikan pada bayi karena mengganggu jalinan kasih sayang ibu-bayi, bayi lebih mudah diare, ISPA, alergi, kurang gizi, kelebihan berat badan, kecerdasan lebih rendah.
4.   Bagi ibu yang tidak menyusui rahim mengkerut lebih lama, berisiko menderita kanker ovarium dan payudara serta cepat hamil lagi. Susu botol atau formula juga menyebabkan bayi bingung puting sehingga malas menghisap ASI. Apalagi susu botol atau formula mahal, memerlukan biaya besar dan tidak praktis.

Ø PESAN 9: PEMERIKSAAN KESEHATAN PADA BAYI BARU LAHIR

·         Bayi mendapatkan pelayanan kesehatan berupa pemberian salep mata antibiotik, suntikan vitamin K1 di paha kiri dan imunisasi Hepatitis B O di paha kanan.
·         Penting untuk ditanyakan :
Apa saja pelayanan kesehatan untuk bayi baru lahir ?
Kapan pemeriksaan bayi baru lahir ?
Kenapa bayi baru lahir harus mendapatkan pemeriksaan kesehatan ?
·         Butir untuk diingat, diperhatikan dan dilaksanakan:
1.   Setelah bayi baru lahir mendapatkan ASI pertamanya, sekitar 1 jam setelah lahir wajib mendapatkan pelayanan kesehatan, yaitu: salep antibiotik mata untuk menghindari tejadinya infeksi pada mata akibat kontaminasi selama proses kelahiran, suntikan vitamin K1 untuk mencegah perdarahan terutama pada otak, imunisasi Hepatitis B O untuk mencegah penularan penyakit hepatitis.
2.   Periksakan bayi baru lahir 3 kali dalam bulan pertama kelahirannya, 1 kali pada hari I (24 jam), 1 kali pada hari III dan 1 kali pada minggu II.
3.   Pemeriksaan Bayi Baru Lahir bertujuan untuk mengetahui sedini mungkin bila terdapat kelainan pada bayi atau bayi mengalami masalah kesehatan. Risiko terbesar kematian Bayi Baru Lahir terjadi pada 24 jam pertama kehidupan, sehingga bila bayi lahir di fasilitas kesehatan sangat dianjurkan untuk tetap tinggal di fasilitas kesehatan selama 24 jam pertama.

Ø PESAN 10: TANDA BAYI BARU LAHIR SEHAT

·         Bayi spontan menangis.
·         Bayi cukup bulan.
·         Bayi ditimbang menunjukkan berat lahir lebih dari 2500 gram.
·         Penting untuk ditanyakan :
1.   Mengapa mengenali tanda bayi sehat itu penting ?
2.   Bagaimana cara mengenali tanda bayi sehat ?
·         Butir untuk diingat, diperhatikan dan dilaksanakan:
1.   Mengenali bayi baru lahir sehat sangat penting, agar lebih waspada terhadap hal-hal yang mungkin menyimpang dari keadaan yang sehat.

2.   Cara mengenali tanda bayi sehat yaitu bayi baru lahir segera menangis, bernapas spontan, bergerak aktif, warna kulit tubuh kemerahan, bayi bisa menghisap dengan kuat, berat lahir normal (2,5 Kg – 4 kg), lahir cukup bulan (37 – 42 minggu), secara fisik anggota badan lengkap dan tidak cacat.
3.   Bayi yang tidak sehat harus segera dibawa ke petugas kesehatan, poskesdes, puskesmas atau fasilitas kesehatan yang lain.

Ø PESAN 11: TANDA BAHAYA BAYI BARU LAHIR

·         Bayi dengan tanda bahaya atau kegawatan seperti; tidak mau menyusu, biru, kejang, perdarahan, ikterus dan lemah.
·         Penting untuk ditanyakan :
1.   Apa saja yang termasuk tanda bahaya bayi baru lahir ?
2.   Bagaimana sikap orang tua bila menghadapi kegawatan bayi baru lahir ?
·         Butir untuk diingat, diperhatikan dan dilaksanakan:
1.   Ada beberapa tanda bahaya yang sering terjadi pada bayi baru lahir, antara lain; tidak mau menyusu atau memuntahkan semuanya, kejang, bergerak hanya jika dirangsang, sesak napas, merintih, demam (suhu ≥ 37,5°C) teraba dingin (< 36°C), mata bernanah, diare, badan kuning dan buang air besar berwarna pucat.
2.   Harus ada pengertian dan kesadaran dari orangtua bayi untuk segera merujuk bayi ke petugas kesehatan, poskesdes, puskesmas atau fasilitas kesehatan yang lain.
3.   Harus ada pengertian dan kesadaran dari keluarga yang lain untuk menyiapkan transportasi dan kebutuhan rujukan lainnya.
4.   Usahakan bayi tetap hangat selama perjalanan ke fasilitas kesehatan dengan cara: menyelimuti bayi atau metode kanguru, jangan meletakkan bayi dekat jendela atau pintu kendaraan, bayi terus disusui selama dalam perjalanan.

Ø PESAN 12: TANDA BAYI PREMATUR

·         Perbandingan antara bayi prematur atau kurang bulan dengan bayi berat lahir rendah (BBLR).
·         Penting untuk ditanyakan :
1.   Apa tanda bayi prematur ?
2.   Apa tanda BBLR ?
Bagaimana sikap orang tua menghadapi BBLR atau bayi prematur sakit ?
·         Butir untuk diingat, diperhatikan dan dilaksanakan:
1.   BBLR adalah bayi dengan berat lahir di bawah 2500gram, baik bayi lahir cukup bulan 37 minggu ke atas, maupun kurang bulan di bawah 37 minggu.
2.   Tanda-tanda bayi prematur adalah lahir pada umur kehamilan kurang dari 37 minggu, rajah telapak kaki belum jelas, rambut jarang, alat kelamin laki-laki atau perempuan belum menonjol, dan berat lahir rendah.
3.   Cara merawat bayi prematur atau BBLR dengan perawatan metoda kanguru.
4.   BBLR di bawah 2000 gram, keadaan tidak sehat, harus segera dirujuk ke petugas kesehatan, poskesdes, puskesmas atau fasilitas kesehatan yang lain. Keluarga menyiapkan transportasi dan kebutuhan rujukan lainnya.

Ø PESAN 13: PERAWATAN METODE KANGURU

·         Bayi Berat Lahir Rendah diletakkan di antara ke dua payudara ibu sehingga kulit bayi menempel pada kulit ibu, digendong dengan kain.
·         Ibu yang merawat bayi dengan metode kanguru sedang melakukan kegiatan sehari-hari.


·         Penting untuk ditanyakan :
1.   Apa yang disebut dengan perawatan metode kanguru ?
2.   Mengapa kulit bayi menempel pada kulit ibu ?
3.   Apa keuntungan untuk bayi ?
4.   Apa keuntungan untuk ibu ?
·         Butir untuk diingat, diperhatikan dan dilaksanakan:
1.   Perawatan metode kanguru adalah suatu cara perawatan untuk BBLR yang sederhana dan mudah dikerjakan di mana saja dengan mendekap bayi agar kulit bayi bersentuhan langsung dengan kulit ibu.
2.   Kontak kulit bayi dengan ibu dapat mempertahankan suhu bayi, mencegah bayi kedinginan.
3.   Keuntungan untuk bayi: bayi menjadi hangat, bayi lebih sering menetek, banyak tidur dan tidak rewel, sehingga kenaikan berat badan lebih cepat
4.   Keuntungan untuk ibu: hubungan kasih sayang lebih erat dan ibu bisa bekerja sambil menggendong bayinya.

Ø PESAN 14: BAYI DIRAWAT SATU TEMPAT TIDUR DENGAN IBUNYA

·         Bayi berbaring disamping ibunya dalam satu tempat tidur, diselimuti keduanya, posisi tempat tidur tidak di bawah jendela, jendela kamar ditutup.
·         Bapak mendampingi ibu dan bayi.
·         Penting untuk ditanyakan :
1.   Mengapa bayi dan ibu sebaiknya tidur di satu ranjang ?
2.   Mengapa jendela kamar ditutup ?
3.   Apa keuntungan bagi bayi ?
4.   Apa keuntungan bagi ibu ?
·         Butir untuk diingat, diperhatikan dan dilaksanakan:
1.   Bayi perlu dijaga tetap hangat dengan tidur disamping ibu, jendela kamar ditutup supaya angin tidak masuk sehingga kamar dalam keadaan hangat.
2.   Keuntungan bagi bayi adalah setiap saat bayi dapat menetek ASI yang mengandung zat gizi yang sempurna untuk pertumbuhan dan kecerdasan bayi. Jika tidak mungkin menetek, minta ibu untuk memeras ASI dan memberikan ASI ke bayi dengan cangkir dan sendok.
3.   Keuntungan bagi ibu adalah mudah meneteki, bayi selalu sehat, dapat mempererat dan meningkatkan hubungan kasih sayang ibu dan bayi, ibu ber-KB secara alami karena dengan menyusui eksklusif dapat menunda produksi sel telur matang.


C.   JAGA KESEHATAN BAYI BARU LAHIR
Ø PESAN 15: PEMERIKSAAN KESEHATAN BAYI PADA 1 MINGGU PERTAMA

·         Ayah dan ibu memeriksakan bayinya ke petugas kesehatan, poskesdes, puskesmas atau fasilitas kesehatan lain pada minggu pertama sebanyak 2 kali, yaitu 1 kali pada hari 1 dan 1 kali pada hari 3 setelah lahir.
·         Penting untuk ditanyakan :
Mengapa bayi perlu diperiksakan ke petugas kesehatan sebanyak 2 kali pada minggu pertama ?

·         Butir untuk diingat, diperhatikan dan dilaksanakan:
1.   Kematian bayi banyak terjadi pada minggu pertama atau hari-hari pertama setelah lahir.
2.   Bayi Baru Lahir gampang sakit dan gejala sakit pada Bayi Baru Lahir sulit dikenali. Apabila bayi sakit, penyakitnya cepat menjadi berat dan serius bahkan bisa meninggal
3.   Pentingnya pemeriksaan bayi pada minggu pertama yaitu untuk mengetahui sedini mungkin bila bayi tidak sehat, atau ada kelainan bawaan.
4.   Ibu dan Ayah yang memeriksakan bayinya ke petugas kesehatan mendapatkan pengetahuan cara merawat bayi baru lahir, menyusui yang benar, menghindari terjadinya infeksi serta pemantauan berat badan bayi.

Ø PESAN 16: PEMBERIAN ASI BAYI BARU LAHIR

·         Ibu setelah bersalin (ibu nifas) menyusui bayinya 8 kali dengan latar belakang
perubahan selama 24 jam.
·         Penting untuk ditanyakan :
1.   Berapa kali sebaiknya bayi menyusu dalam sehari ?
2.   Bagaimana cara meningkatkan produksi ASI ?
3.   Bagaimana cara ibu nifas membersihkan payudaranya ?
4.   Apakah yang dimaksud dengan menyusui secara eksklusif ?
·         Butir untuk diingat, diperhatikan dan dilaksanakan:
1.   Pada keadaan normal, bayi menyusu sebanyak 8 kali per hari. Jika bayi telah tidur selama 2-3 jam, bangunkan bayi untuk diteteki.
2.   Untuk meningkatkan produksi ASI, ibu harus meneteki sesuai kebutuhan bayi, pagi, siang, sore dan malam sampai bayi puas, meneteki dengan payudara kiri sampai kosong dilanjutkan kanan bergantian.
3.   Ibu nifas harus merawat payudara dengan cara membersihkannya sebelum dan sesudah menyusui. Ibu dapat membersihkan payudara dengan membasuhkan kapas yang dicelupkan air hangat.
4.   Ibu menyusui eksklusif yaitu ibu hanya memberikan ASI saja (kecuali obat, vitamin dan ASI peras) sampai bayi berumur 6 bulan.
5.   Ibu yang menyusui eksklusif memberikan banyak keuntungan, antara lain : ASI mudah dicerna dan diserap bayi, ASI melindungi bayi dari penyakit, menyusui membantu menunda kehamilan, menyusui mempercepat pemulihan rahim.

Ø PESAN 17: POSISI MENYUSUI YANG BENAR

·         Ibu menyusui bayinya dalam posisi duduk yang nyaman, didampingi suami.
·         Posisi kepala dan badan bayi sejajar menghadap ke dada ibu.
·         Posisi perlekatan mulut bayi menutup sebagian besar puting dan areola dengan tidak menutupi hidung bayi.
·         Penting untuk ditanyakan :
1.   Bagaimana sikap ibu dan posisi bayi yang benar ketika menyusui ?
2.   Mengapa posisi menyusui harus benar ?
·         Butir untuk diingat, diperhatikan dan dilaksanakan:
1.   Sikap ibu sewaktu menyusui sebaiknya dalam keadaan duduk tenang dan nyaman, seluruh badan bayi tersangga dengan baik, badan bayi menghadap dan dekat ke dada ibunya. Menyusui dengan payudara kanan dan kiri secara bergantian.
2.   Posisi perlekatan yang benar yaitu dagu bayi menempel pada payudara ibu, bibir bawah bayi membuka keluar, mulut bayi terbuka lebar menutup hampir sebagian besar puting dan areola supaya lebih banyak ASI yang dihisap, juga untuk menghindari puting lecet.
3.   Jika perlekatan benar, bayi akan menghisap dengan dalam dan teratur diselingi istirahat. Hanya terdengar suara menelan. Dan ingatlah untuk selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah memegang bayi.

Ø PESAN 18: MANDIKAN BAYI DENGAN BENAR

·         Ibu mengecek kehangatan air untuk mandi bayi dengan siku bayi dimandikan dengan air hangat, dimandikan secara cepat.
·         Bayi dikeringkan, diberi pakaian, topi, kaus kaki dan diselimuti atau di bedong.
·         Penting untuk ditanyakan :
1.   Mengapa bayi dimandikan dengan air hangat ?
2.   Apa saja pakaian yang diberikan ibu setelah bayi dimandikan ?
·         Butir untuk diingat, diperhatikan dan dilaksanakan:
1.   Bayi dimandikan paling cepat 6 jam setelah lahir.
2.   Bayi mandi dengan air hangat, untuk menghindari suhu tubuhnya turun yang dapat berbahaya bagi bayi.
3.   Mandikan dengan cepat, bersihkan muka, leher dan ketiak dengan air dan sabun.
4.   Keringkan seluruh tubuh dengan cepat.
5.   Bayi tidak boleh dibedong, cukup dipakaikan baju, topi, kaus kaki dan diselimuti sehingga terjaga kehangatannya.
6.   Jangan memandikan bayi jika demam atau pilek.
7.   Bayi umur 1-7 hari dimandikan cukup 1 kali dalam sehari, menjelang siang hari.

Ø PESAN 19: RAWAT TALI PUSAT BERSIH, KERING, TERBUKA

·         Tali pusat dalam keadaan sehat, dibiarkan terbuka, kering dan bersih.
·         Tali pusat dalam keadaan infeksi.
·         Penting untuk ditanyakan :
1.   Mengapa tali pusat dibiarkan terbuka kering dan bersih ?
2.   Apakah boleh dibubuhi abu atau ramuan yang lain ?
·         Butir untuk diingat, diperhatikan dan dilaksanakan:
1.   Tali pusat dalam keadaan bersih, terbuka dan kering agar kuman tetanus tidak dapat hidup.
2.   Jangan membubuhi apapun pada pangkal tali pusat (termasuk alkohol dan povidon yodium) agar lekas kering dan lepas.
3.   Bila tali pusat terlihat kotor, bersihkan tali pusat dengan air bersih dan sabun mandi, lalu segera keringkan dengan kain bersih.
4.   Cuci tangan sebelum dan sesudah memegang bayi.
5.   Bila tali pusat basah, berbau atau dinding perut disekitarnya kemerahan harus segera dibawa ke petugas kesehatan, poskesdes, puskesmas atau fasilitas kesehatan yang lain.

Ø PESAN 20: MENJAGA BAYI AGAR TETAP SEHAT

·         Ibu mencuci tangan dengan sabun di bawah air mengalir.
·         Bayi tinggal di rumah yang bersih dan sehat.
·         Bayi dijauhkan dari orang sakit dan asap rokok atau dapur.
·         Penting untuk ditanyakan :
1.   Mengapa harus mencuci tangan di bawah air mengalir ?
2.   Mengapa bayi harus tinggal di rumah yang bersih dan sehat ?
3.   Mengapa bayi dijauhkan dari orang sakit dan asap rokok atau dapur ?


·         Butir untuk diingat, diperhatikan dan dilaksanakan:
1.   Sistem kekebalan pada bayi baru lahir belum sempurna, sehingga lebih mudah terkena kuman penyakit dari sentuhan langsung maupun dari lingkungan di sekitarnya.
2.   Cuci tangan sebelum mengasuh bayi supaya bayi tidak terkena kuman.
3.   Asap rokok atau dapur dapat mengganggu pernafasan bayi.


Ø PESAN 21: PEMERIKSAAN KESEHATAN BAYI PADA HARI KE 8 – 28

·         Ibu memeriksakan bayinya lagi ke petugas kesehatan, poskesdes atau puskesmas terdekat pada umur 8 – 28 hari.
·         Penting untuk ditanyakan :
1.   Mengapa bayi perlu dibawa ke petugas kesehatan setelah minggu pertama ?
2.   Pelayanan kesehatan apa saja yang diberikan kepada bayi ?
·         Butir untuk diingat, diperhatikan dan dilaksanakan:
1.   Pemeriksaan bayi baru lahir perlu dilakukan untuk memantau kesehatan bayi, sehingga dapat segera diketahui bila ada tanda atau gejala bayi sakit.
2.   Pemeriksaan untuk mengetahui cara menyusui dan perawatan bayi yang benar dan kecukupan pemberian ASI.
3.   Pelayanan kesehatan yang diberikan yaitu pemeriksaan fisik, penimbangan berat badan, pengukuran lingkar kepala, nasehat pemberian ASI dan informasi tentang tanda-tanda bahaya bayi sakit.

Ø PESAN 22: MENGENALI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN BAYI NORMAL

·         Ibu dan ayah membaca buku KIA
·         Ibu menimang dan membelai bayinya, dan ayah
·         mengajak bayinya berbicara.
·         Penting untuk ditanyakan :
1.   Bagaimana cara mengasuh bayi yang benar ?
2.   Bagaimana mengetahui perkembangan normal pada bayi umur 1 bulan ?
·         Butir untuk diingat, diperhatikan dan dilaksanakan:
1.   Asuhlah bayi dengan penuh kasih sayang, rangsang perkembangan bayi dengan mengajak berbicara dan sering membelainya, cukupi kebutuhan gizi dengan menyusui, dan berikan pelayanan kesehatan yang diperlukan.
2.   Pertumbuhan dan perkembangan bayi dapat dilihat pada buku KIA, yaitu:
a.    Bayi umur 1 bulan bisa menatap ibu, mengeluarkan suara, tersenyum, lengan dan kaki bergerak aktif.
3.   Tanda pertambahan berat badan diketahui saat ditimbang pada pemeriksaan bayi pada minggu ke dua.

Ø PESAN 23: KEBIASAAN YANG MERUGIKAN BAYI

·         Tali pusat bayi dibubuhi ramuan
·         Bayi tidak boleh dibawa keluar rumah sebelum 40 hari          
·         Bayi tidak boleh diimunisasi karena takut demam
·         Penting untuk ditanyakan :
1.   Mengapa tali pusat tidak boleh dibubuhi ramuan atau apapun ?
2.   Apakah bayi boleh dibawa keluar rumah sebelum 40 hari ?
3.   Apakah imunisasi menyebabkan bayi demam ?

·         Butir untuk diingat, diperhatikan dan dilaksanakan:
1.   Membubuhi tali pusat dengan ramuan dapat menyebabkan infeksi.
2.   Bayi boleh keluar rumah sebelum umur 40 hari untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, dengan tetap menjaga kehangatan dan hindarkan dari orang sakit.
3.   Ibu tidak perlu khawatir dengan imunisasi, imunisasi mungkin menyebabkan demam tetapi tidak berbahaya dan bisa diatasi dengan pemberian obat penurun panas.
4.   Jangan mengobati sendiri jika bayi sakit.

Ø PESAN 24: KEBIASAAN YANG MERUGIKAN BAYI

·         Kader memberi penjelasan pada ibu agar tidak menyuapi bayi dengan makanan atau minuman selain ASI (buah pisang, air tajin, madu, kelapa muda, makanan yang telah dikunyah ibunya,dll) disaksikan keluarga.
·         Kader memberi penjelasan pada ibu agar tidak mengayun bayinya dengan kencang.
·         Penting untuk ditanyakan :
1.   Mengapa bayi tidak boleh makan dan minum selain ASI ?
2.   Mengapa bayi tidak boleh diayun kencang ?
·         Butir untuk diingat, diperhatikan dan dilaksanakan:
1.   Bayi belum mampu mencerna makanan selain ASI, dan ASI dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi.
2.   ASI mengandung zat kekebalan sehingga melindungi bayi dari infeksi dan alergi.
3.   Mengayun bayi dengan kencang dapat mengguncang kepala sehingga berbahaya, dan bayi dapat mengalami muntah.

Ø PESAN 25: SEMUA BAYI BARU LAHIR HARUS MENDAPATKAN AKTE KELAHIRAN

·         Ibu menggendong bayi, didampingi ayah yang memegang akte kelahiran.
·         Penting untuk ditanyakan :
1.   Mengapa bayi harus memiliki akte kelahiran ?
2.   Bagaimana cara memperoleh akte kelahiran ?
·         Butir untuk diingat, diperhatikan dan dilaksanakan:
1.   Akte kelahiran merupakan pengakuan negara terhadap keberadaan anak secara sah.
2.   Dengan memiliki akte kelahiran, seorang anak dapat memperoleh haknya untuk sekolah, mendapatkan pelayanan kesehatan.
3.   Keluarga dapat mendapatkan akte kelahiran di Kantor Kecamatan dengan membawa surat keterangan kelahiran dari bidan atau dokter.

Ø PESAN 26: KEWAJIBAN MELAPORKAN ADANYA KELAHIRAN DAN KEMATIAN BAYI

·         Kader sedang melaporkan kelahiran dan kematianMbayi kepada bidan, poskesdes atau puskesmas.
·         Penting untuk ditanyakan :
1.   Mengapa kelahiran dan kematian harus dilaporkan kepada petugas kesehatan ?
2.   Kepada siapa harus dilaporkan ?

·         Butir untuk diingat, diperhatikan dan dilaksanakan:
1.   Bayi baru lahir harus segera dilaporkan supaya mendapat pelayanan kesehatan dan memperoleh akte kelahiran.
2.   Bayi mati harus segera dilaporkan untuk diketahui penyebabnya dan segera mendapat tindak lanjut bila diperlukan.
3.   Wajib melaporkan setiap kelahiran dan kematian bayi kepada bidan, poskesdes atau puskesmas.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar